Ticker

6/recent/ticker-posts

[Review] Handle With Care (Sentuh dengan Hati-Hati)


Judul: Handle With Care (Sentuh dengan Hati-Hati)
Penulis: Jodi Picoult
Alih Bahasa: Ariyantri Eddy Tamam
Desain Sampul: Marcel A.W
Terbit: September 2014
Tebal: 640 halaman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-602-03-0845-6
Keterangan: Novel Terjemahan, Osteogenesis Imperfecta

BLURB

Setiap orangtua hanya berharap bisa mendapat bayi yang sehat. Demikian pula dengan Charlotte dan Sean O Keefe. Namun, kenyatannya tidak begitu. Di antara malam-malam tanpa tidur, tagihan rumah sakit yang menumpuk, dan tatapan iba orangtua lain yang lebih beruntung tebersit pertanyaan... Seandainya Willow, anak mereka, terlahir sehat.

Segalanya berubah ketika Charlotte dan Sean dihadapkan dengan pertanyaan; Seandainya mereka tahu tentang kondisi penyakit Willow sejak dalam kandungan, apa yang akan mereka lakukan? Apakah keadaan akan berbeda?

Bagaimana seandainya mereka bisa memutuskan bahwa seharusnya Willow tak perlu dilahirkan Terkadang cinta seorang ibu yang teramat besar membuatnya harus mengambil keputusan sulit yang mematahkan hati semua orang yang disayanginya.

REVIEW


"Charlotte," kata Piper, "dia tidak akan rusak."

Pengidap Osteogenesis ImperfectaI atau sindrom tulang rapuh mengalami patah tulang nyaris seumur hidupnya. Tulang-tulang rapuh itu bahkan juga patah saat mereka masih di kandungan.

Willow, tokoh utama sekaligus penderita IO tipe III--tipe IO yang akan terus mengalami patah tulang seumur hidupnya dan mengubah bentuk tubuh--di novel ini baru berusia 5 tahun. Namun ia harus merasakan tulang-tulangnya patah saat terjatuh, terpleset, bahkan saat bersin.

Ini membuat Charlotte, ibu Willow begitu protektif dan selalu memerhatikan Willow nyaris 24 jam penuh. Charlotte yang dulunya adalah koki terbaik di New Hampshire memilih meninggalkan pekerjaannya demi Willow. Charlotte begitu mencintai Willow, merasakan apa yang dirasakan Willow bahkan ketika Willow tidak mengatakan apa pun. Charlotte memastikan semuanya aman untuk Willow. Semua keinginan Willow dan harapan Willow sebisa mungkin ia capai untuk anaknya itu. Namun, suatu ketika setelah liburan mereka yang mengalami kegagalan, kecelakaan itu bermula. Kecelakaan yang memulai semua pepecahan. Kecelakaan yang membuat dunia berputar terlalu jauh dari seharusnya.

Charlotte menggugat Piper, satu-satunya sahabatnya. Charlotte membuat suami, anak sulung dan bahkan Willow sendiri menderita. Namun bukankah seorang ibu akan melakukan apa saja demi anaknya? Akan memastikan anaknya tetap aman, baik secara perasaan maupun secara kebutuhan. Tapi apakah ia sudah berhati-hati untuk segalanya? Apakah ia bisa kembali ke saat sebelum semuanya patah?
"Jangan salah paham dengan pikiranku; aku bukan mengeluh. Orang lain melihatku dan berpikir: Wanita malang; dia punya anak difabel. Tetapi yang kulihat ketika aku melihatmu adalah anak perempuan yang mengingat semua kata dalam lagu Bohemian Rhapsody dari Queen ketika dia berusia tiga tahun, anak perempuan yang merangkak ke tempat tidur denganku setiap saat ada hujan badai--bukan karena kau takut, tetapi karena aku takut, anak perempuan yang tawanya selalu menggetarkan bagian dalam tubuhku seperti garpu tala."
Ini pertama kalinya saya membutuhkan waktu lama untuk menamatkan sebuah novel. Awalnya saya tidak ingin melanjutkan membaca karena tidak tahan melihat penderitaan Willow. Saat Willow lahir, ia menjerit--bukan menangis--dan itu terlalu menyakitkan. Lalu kemudian kesalahan perawat yang tidak mendengarkan peringatan Charlotte dan asal gendong saja, membuat tulang Willow patah dan jantungnya berhenti beberapa saat. Saya mulai tidak tahan lagi membaca itu dan berhenti.

Tapi, saya penasaran kenapa Charlotte menuntut Piper? Kedua orang itu sudah bersahabat jauh sebelum Willow lahir. Apa yang salah dengan kedua orang itu? Apa benar Piper salah atau hanya sangkaan Charlotte? Ada apa sebenarnya? Dan setelah mendapat jawabannya saya mulai merasa aneh. Ini menjadi alur yang mengesankan, menyebalkan sekaligus menyakitkan.
"Ini yang saya ingin Anda jelaskan kepada saya. Bagaimana caranya saya bisa mengurus putri saya setelah saya tiada?" -- hlm 489
"Bagaimana jika tulangmu bukanlah satu-satunya hal yang patah?" -- hlm 538 
Saya suka bagaimana penulis menempatkan dirinya dalam novel ini. Penulis seolah menyamar menjadi salah satu pengacara bernama Robert Ramirez. Dan setelah Robert Ramirez ini muncul selama beberapa saat, kehidupan Willow, Charlotte dan yang lainnya mengalami konflik-konflik tak terduga yang semakin lama semakin tajam.

Selain itu, novel yang dibuat dengan beberapa sudut pandang bergantian ini bukan hanya menceritakan tentang Willow. Tapi ini lebih kepada keluarga. Bagaimana jika keluarga itu terpisah-pisah, bagaimana jika keluarga itu penuh rahasia dan misteri dan bagaimana seharusnya kita menyikapi perbedaan yang terjadi dalam satu rumah. Sudut pandang kesukaan saya yaitu sudut pandang Amelia. Anak sulung Charlotte, sekaligus kakak tiri Willow inilah sudut pandang yang paling jujur. Menyakitkan sekali di saat semua orang memerhatikan Willow, namun Amelia harus menyingkir--karena ia mencintai Willow namun di saat bersamaan ia juga tertekan. 

Kesimpulan yang saya dari novel ini dapatkan adalah ketika kau berusaha untuk sangat berhati-hati pada seseorang, kau tanpa sadar mematahkan yang lainnya--orang-orang yang kau miliki namun terlupakan. 
"Hingga aku mengerti kenapa kau tidak menangis, sekalipun kau merasa sakit: ada kesakitan yang tidak bisa kauungkapkan dengan nyaring."

Posting Komentar

0 Komentar